JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor keagamaan, khususnya pengembangan pondok pesantren di wilayahnya.
Komitmen ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, Nurkholes, di hadapan ribuan jamaah.
Pernyataan tersebut mengemuka saat Nurkholes menghadiri Pengajian Umum peringatan Hari Santri Nasional ke-11 Tahun 2026 yang digelar di Alun-alun Kabupaten Pemalang, Senin (19/10/2026).
“Oleh karena itu, kita harus terus mendukung pesantren agar melahirkan generasi yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya melalui kejujuran, amanah, kepedulian, dan pengabdian nyata,” kata Plt. Bupati.
Dukungan Pemkab Pemalang diwujudkan melalui alokasi program bantuan yang berkelanjutan. Pada tahun 2025, Pemkab telah menyalurkan hibah berupa 8 unit mobil untuk operasional pondok pesantren.
Untuk tahun 2026, Pemkab kembali menyiapkan 6 unit mobil yang rencananya diserahkan bertepatan dengan upacara Peringatan Hari Santri Nasional.
Selain operasional pesantren, insentif bagi tenaga keagamaan juga menjadi prioritas.
“Bantuan untuk 1.000 marbot masing-masing sebesar Rp1 juta tetap dialokasikan pada tahun 2026 sama seperti tahun 2025, dengan total anggaran Rp.1 miliar,” jelasnya.
“Sementara itu, bantuan guru ngaji pada tahun 2025 diberikan kepada 3.675 orang dengan total anggaran sekitar Rp.4,5 miliar, dan pada tahun 2026 dialokasikan bagi 1.650 orang dengan total sekitar Rp.2 miliar, masing-masing guru ngaji mendapat sebesar Rp1,2 juta,” paparnya.
Perhatian pemerintah daerah juga menyentuh aspek kesejahteraan sosial melalui program jaminan perlindungan bagi pekerja rentan. Pada 2025, Pemkab mendanai 19.242 pekerja rentan yang bersumber dari APBD Murni untuk 12.397 orang dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk 6.845 orang.
“Sementara itu, tahun 2026, pendanaan dialokasikan untuk 7.687 pekerja rentan, yang mencakup 4.860 pekerja melalui APBD Murni serta 2.827 pekerja melalui DBHCHT,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Nurkholes mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momen peringatan Hari Santri sebagai ajang refleksi diri.
“Pada malam yang penuh berkah ini, saya berharap pengajian umum yang kita ikuti akan menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat ibadah, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
“Sebab, kekuatan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemajuan pembangunannya, tetapi juga dari Hablum Minallah dan Hablum Minannas,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pengajian umum ini menghadirkan penceramah Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D. dari Makassar.
Acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, di antaranya Kapolres Pemalang AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Kajari Pemalang Rina Idawani, Ketua Pengadilan Agama, Sekda Pemalang Bagus Sutopo, jajaran Asisten, Kepala OPD, serta perwakilan FKUB, MUI, PCNU, tokoh agama, dan ASN setempat.*







