JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9 November mendatang. Persiapan ini difokuskan pada pengamanan wilayah dan pengetatan verifikasi data pemilih di 16 desa yang berpartisipasi.
Sebagai langkah awal, Kecamatan Ulujami menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Pemilu Damai di Pendopo Kecamatan pada Sabtu (31/10/2026).
Pertemuan lintas sektoral ini melibatkan unsur Forkopimcam, panitia Pilkades, pengawas, hingga para Calon Kepala Desa (Cakades) yang hadir didampingi masing-masing dua anggota tim suksesnya.
Camat Ulujami, Waluyo, menjelaskan bahwa momentum ini penting untuk menyamakan persepsi dan menjaga komitmen damai, terutama menjelang masa kampanye dan hari pencoblosan.
“Dari total 16 desa di Kecamatan Ulujami yang menggelar Pilkades, sebanyak 15 desa melaksanakan Pilkades reguler dan 1 desa menyelenggarakan Pemilihan Antar Waktu (PAW). Harapan kita bersama, seluruh prosesnya berjalan aman, damai, dan bebas dari ekses negatif,” ujar Waluyo.
Dalam arahannya, Waluyo juga mengingatkan para calon dan tim pendukung untuk memahami regulasi mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Ia memastikan proses identifikasi pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan dilakukan secara ketat guna meminimalisasi potensi kecurangan.
“Saat hari pemungutan suara nanti, mekanisme verifikasi pemilih akan diperketat. Pemilih wajib menunjukkan surat undangan resmi yang disertai KTP elektronik, Identitas Kependudukan Digital (IKD), atau biodata kependudukan sah,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran pemutakhiran data kependudukan tersebut, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pemalang.
Layanan administrasi kependudukan dipastikan tetap buka secara khusus pada hari Sabtu dan Minggu selama masa persiapan Pilkades.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan potensi kerawanan konflik sosial di tengah masyarakat.
“Terciptanya Pilkades yang damai, santun, dan bermartabat adalah tanggung jawab bersama seluruh stakeholder dan elemen masyarakat,” pungkasnya.*







