Buka Ruang Ekspresi Budaya dan UMKM, Kawasan City Walk Pemalang Dihidupkan Lewat Pagelaran Wayang

oleh -16 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG — Pemerintah Kabupaten Pemalang terus mendorong optimalisasi kawasan City Walk sebagai pusat kegiatan rekreasi, ekspresi seni budaya, sekaligus penggerak ekonomi kreatif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Komitmen ini mengemuka saat gelaran wayang kulit yang menampilkan dalang cilik Ki Narendra Hang Eshan di kawasan City Walk Pemalang, Sabtu (22/8/2026) malam. Acara yang dipadati ratusan warga tersebut diselenggarakan dalam rangka puncak peringatan HUT ke-13 portal berita “Puskapik.com”.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, Nurkholes, menegaskan bahwa pemanfaatan ruang publik seperti City Walk sangat vital untuk menghidupkan dinamika interaksi sosial dan perekonomian warga.

Baca Juga :  Rak Dipenuhi Minuman Beralkohol, Legalitas Outlet HWG di Pemalang Dipertanyakan

Kawasan ini dirancang agar menjadi ruang ramah keluarga sekaligus wadah unjuk gigi bagi para pelaku industri kreatif dan UMKM kuliner di Pemalang.

“Memang harapan kita bersama bahwa City Walk ini kita ciptakan untuk masyarakat Kabupaten Pemalang agar bisa berapresiasi, menjadi tempat acara keluarga, menikmati beraneka ragam kuliner dan UMKM yang ada di sini,” ujar Nurkholes.

Selain fokus pada penguatan ekonomi lokal, acara tersebut turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara insan pers dan pelestarian tradisi.

Nurkholes mengapresiasi inovasi media massa yang mau mengambil peran aktif mengemban misi kebudayaan di tengah gempuran arus digitalisasi dan media sosial.

Baca Juga :  RUU Ketenagakerjaan Harus Beri Pelindungan Pekerja Gig, Netty: Jangan Ada yang Tertinggal

Simbolisasi dukungan pemerintah daerah ditandai dengan penyerahan tokoh wayang kulit Gatotkaca oleh Plt. Bupati kepada dalang cilik Ki Narendra, serta penyerahan tumpeng kepada Pemimpin Redaksi “Puskapik.com”, Dwi Ariadi.

Pertunjukan yang diiringi tabuhan gamelan dari Sanggar Seni Yayasan Roda Kendali Mengori (YRKM) tersebut membuktikan bahwa ruang publik yang ditata secara produktif mampu menyedot antusiasme masyarakat lintas generasi, sekaligus memperkuat daya tarik wisata perkotaan di Kabupaten Pemalang.*