Menurutnya, keterbatasan tempat bukan alasan untuk membatasi cita-cita. Dari desa pun, kata dia, dapat lahir generasi yang kelak menjadi tokoh nasional, menteri, bahkan presiden.
Pesan tersebut seolah menjadi suntikan semangat bagi para siswa yang menyaksikan langsung kegiatan penyaluran bantuan air bersih tersebut.
Disambut Hangat Guru dan Siswa
Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung penuh keakraban. Kehangatan masyarakat terlihat dari sambutan yang diberikan kepada rombongan Dr. H. Muhdi dan PGRI Jawa Tengah.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Desa Cikendung, Camat Pulosari, Danramil, Kapolsek, Ketua PGRI Kabupaten Pemalang beserta jajaran, Pengurus PGRI Cabang Pemalang Selatan, Korwilcam Dindikpora Pulosari, para guru, siswa, serta masyarakat Desa Cikendung.
Suasana semakin meriah dengan penampilan yang dipersembahkan oleh para siswa dan guru anggota PGRI Ranting Cikendung di halaman Balai Desa Cikendung yang menjadi lokasi kegiatan.
Senyum dan keceriaan para siswa berpadu dengan antusiasme masyarakat menyambut bantuan yang datang di tengah situasi sulit akibat kekeringan.
Bantuan 20 tangki air bersih itu pun bukan sekadar mengisi tempat-tempat penampungan air warga. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi simbol bahwa di tengah kemarau yang mengeringkan sumber air, kepedulian masih terus mengalir.
Dari Cikendung, pesan sederhana itu kembali mengemuka: ketika masyarakat menghadapi kesulitan, gotong royong dan kepedulian menjadi kekuatan untuk melewati masa-masa sulit.
Penulis : Tuko Chaeron






