MTQ Nasional XXXI di Jateng, Pesan Damai Dipancarkan ke Seluruh Indonesia

oleh -6 Dilihat
oleh

Apalagi, setiap provinsi turut membawa produk UMKM masing-masing untuk dipamerkan hingga 20 September 2026. Kondisi itu membuka ruang terjadinya transaksi sekaligus mempertemukan pelaku usaha dari berbagai daerah.

MTQ Nasional ini implikasinya tidak hanya kepada UMKM di Jawa Tengah, tapi seluruh provinsi karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Ini potensi ekonomi yang kita kembangkan di antara potensi wilayah masing-masing. Diperkirakan hampir Rp 1,2 triliun perputaran ekonomi pada MTQ Nasional di tempat kita ini,” jelasnya.

Karena itu, Luthfi mengajak para kepala daerah, kafilah, dan tamu dari seluruh Indonesia tidak hanya mengikuti rangkaian MTQ, tetapi juga menikmati wisata dan kuliner Jawa Tengah. Dengan begitu, manfaat penyelenggaraan MTQ dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Terima Budai Award 2026 dari Unissula, Tekankan Kepemimpinan sebagai Kerja Tim

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengapresiasi kemeriahan pembukaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Menurutnya, MTQ bukan hanya ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga sarana membentuk sumber daya manusia yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

“Ini juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi paling utama saling mengenal dan bersatu,” kata Pratikno.

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menilai penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah berlangsung meriah. Selain perlombaan, rangkaian kegiatan diisi seminar yang diikuti hampir 5.000 peserta serta pameran UMKM.

Baca Juga :  H-6 MTQ Nasional XXXI: 7.000 Peserta Bakal Banjiri Semarang, Jateng Kebut 'Finishing' Simpang Lima!

Ia menilai antusiasme masyarakat Jawa Tengah terhadap Al-Qur’an menjadi salah satu kekuatan penyelenggaraan MTQ kali ini.

“Kecintaan masyarakat Jawa Tengah dengan Al-Qur’an ini sangat besar,” ungkapnya.

MTQ Nasional XXXI juga menghadirkan sejumlah inovasi, termasuk penambahan cabang perlombaan kaligrafi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Penataan venue yang lebih terkonsentrasi juga membuat berbagai rangkaian kegiatan lebih mudah diakses.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, berharap MTQ Nasional XXXI menjadi momentum untuk menghadirkan cahaya dan harmoni bagi Indonesia.

Baca Juga :  Peringatan Hari Pramuka ke-65, Camat Belik Tekankan Peran Pramuka dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda

“Semoga MTQ Nasional XXXI ini membawa cahaya dan harmoni menuju Indonesia emas yang berkeadilan,” ujarnya.

Sherly juga mengaku mendapat kesan positif selama berada di Jawa Tengah. Selain keramahan masyarakat, ia menyebut kuliner Jawa Tengah menarik dan relatif ekonomis.

MTQ Nasional XXXI bukan hanya meninggalkan jejak kompetisi di panggung musabaqah. Ribuan orang yang datang dari berbagai penjuru Indonesia membawa pulang pesan yang lebih besar. Perbedaan dapat dipertemukan dalam persaudaraan, nilai agama dapat menjadi sumber kedamaian, dan sebuah perhelatan nasional dapat sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat.*