Rekam Jejak Rifa’i: Jual Motor Demi Warga, Kini ASN Penjaga Sekolah Maju Pilkades Pemalang

oleh -5 Dilihat
oleh
Calon Kades Desa Tasikrejo, Rifa'i. (Foto: Rizqon)

JURNAL PEMALANG – Rifa’i, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai penjaga sekolah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, memutuskan maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026.

Ia mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Tasikrejo, Kecamatan Ulujami, dengan tujuan memajukan tanah kelahirannya.

Keputusan tersebut terbilang berani. Rifa’i sejatinya telah berada di posisi aman sebagai ASN dengan sisa masa bakti 1,5 tahun lagi.

Diketahui, ia mulai mengabdi di lingkungan pendidikan melalui SMP Negeri 4 Ulujami sejak 1997 dan diangkat menjadi ASN pada 2008.

Saat ditemui di kediamannya pada Kamis (15/10/2026), pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Desa Tasikrejo ini menyebut keputusannya didorong oleh permintaan masyarakat luas.

“Keputusan ini lahir dari panggilan hati serta dukungan warga yang menginginkan saya kembali untuk mengabdi penuh di tanah kelahiran,” ujarnya.

Jika dipercaya memimpin, Rifa’i berjanji akan memprioritaskan penanganan masalah banjir rob dan pemberdayaan ekonomi warga.

Ia juga berkomitmen menyempurnakan program-program dari masa pemerintahan sebelumnya tanpa harus membongkar tatanan yang sudah berjalan baik.

“Prinsip saya bukan merombak total, melainkan berbenah. Kita lanjutkan program baik dari kepala desa sebelumnya, serta menuntaskan hal-hal yang belum selesai,” jelas Rifa’i.

Terkait siasat menghadapi keterbatasan Dana Desa, ia telah menyiapkan sejumlah strategi.

“Kita tingkatkan semangat gotong royong masyarakat, ” tuturnya.

“Selain itu, kami akan menjalin kerja sama sinergis dengan wakil rakyat, pemerintah daerah, provinsi, hingga mengakses program CSR dari pusat,” tambahnya.

Di mata masyarakat sekitar, Rifa’i dikenal sebagai sosok dermawan dengan rekam jejak sosial yang kuat.

Salah seorang warga, Muhammad Asrofi, menuturkan bahwa Rifa’i pernah merelakan sepeda motor pribadinya dijual demi mendirikan Badan Amal Zakat Lingkungan (Bazling).

Dana dari penjualan motor tersebut digulirkan sebagai modal usaha tanpa bunga dan tanpa kewajiban pengembalian bagi warga yang membutuhkan.

Penerima manfaat hanya diminta konsisten berinfak Rp1.000 setiap hari selama enam bulan. Dana infak ini kemudian diputar kembali untuk membantu warga lainnya.

“Gerakan ini bukti nyata kepedulian beliau dalam mengangkat perekonomian warga. Ini modal sosial yang sangat berharga,” ungkap Asrofi.

Asrofi menambahkan, Rifa’i juga memiliki rutinitas membagikan sarapan gratis bagi lansia dan janda kurang mampu setiap selesai salat Subuh.

“Pak Rifa’i itu pribadi yang sederhana, dermawan, dan terbuka menerima masukan, baik dari anak muda maupun para sesepuh,” katanya.

Dukungan serupa datang dari tokoh agama Desa Tasikrejo, Muhammad Musarofi atau yang akrab disapa Gus Rofi.

Ia menyoroti karakter kepemimpinan Rifa’i yang dinilai rendah hati dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial NU.

“Beliau sangat aktif di kegiatan sosial dan keagamaan NU. Yang membuat saya kagum, usai acara sosial, beliau tak segan ikut memungut sampah dan menggulung karpet, ” ujar Gus Roti.

“Calon pemimpin yang tidak gengsi dan mau turun tangan langsung,” puji Gus Rofi yang menilai Rifa’i cocok memimpin desa selama delapan tahun ke depan.

Ia pun menitipkan pesan khusus agar Rifa’i mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa sekat politik jika nantinya terpilih.

“Semoga Pak Rifa’i diberikan amanah dan selalu dijaga oleh Allah SWT. Pesan saya, jika terpilih nanti, ayomi seluruh warga tanpa membeda-bedakan, baik pendukung maupun lawan politik. Sebab, kepala desa adalah pengayom bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.*