Malam itu, Jawa Tengah tidak hanya merayakan usia 81 tahun.
Ia juga merayakan ingatan, kebersamaan, dan sebuah hal sederhana: bernostalgia dengan bahagia.
Sebagaimana lirik “Tentang Kita” yang menjadi lagu pamungkas; “Kembali, kembalilah kini, segala asa berseri. Benahi, benahilah kini, kepekaan nurani. Kembali, kembalilah kini, segala asa berseri…”*
