“Kuncinya adalah kebijakan investasi. Jika kepala naga sudah masuk dan percaya, maka badan dan ekornya akan segera ikut masuk ke dalam. Investasi di Batam bisa naik 2-3 kali lipat,” ujar Didik.
Target investasi Batam sendiri pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp69,3 triliun, di mana sektor digital memegang peranan krusial.
Kepastian Hukum Sebagai Ujian Terakhir
Pintu menuju kota investasi global kini sudah terbuka lebar, dan Batam sudah dinyatakan layak oleh investor sekelas Nvidia. Namun, Didik mengingatkan bahwa masuknya modal kelas dunia ini bukanlah investasi berskala kafe atau restoran.
Agar Batam benar-benar sukses menjadi magnet modal baru bagi investor Asia dan Timur Tengah, keunggulan letak geografis dan insentif KEK saja tidak cukup.
Pemerintah harus membuktikan kesiapannya melalui regulasi yang transparan, iklim bisnis yang sehat, dan kepastian hukum yang mutlak bagi para investor berteknologi tinggi.*








