Sandiaga Uno Ajak Wisudawan Hadapi Tantangan Dunia Kerja dengan Integritas, Inovasi, dan Semangat Kewirausahaan

oleh -9 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina menyelenggarakan Wisuda ke-45 dengan menghadirkan Dr. Sandiaga Salahuddin Uno sebagai orator ilmiah.

Dalam orasi ilmiahnya, Sandiaga menyampaikan pesan penting kepada para wisudawan agar tidak hanya mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi generasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Apakah mencari kerja sekarang gampang atau susah? Susah atau susah banget?” ujar Sandiaga Uno.

Baca Juga :  Prof. Didik J. Rachbini: Pemimpin yang Merusak Hukum dan Institusi

Ia menyoroti realitas tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi Indonesia, mulai dari tingginya tingkat pengangguran, jebakan kelas menengah (middle-income trap), pengangguran anak muda, hingga ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia usaha serta industri.

Sandi juga menyoroti fenomena missing potential, yakni potensi generasi muda yang belum sepenuhnya terserap dan dikembangkan secara produktif.

“Hampir 20% dari anak-anak muda kita itu berada dalam kategori NEET. Tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bikin Heboh! Murid TK ABA Geruduk Markas Koramil dan Polsek Moga, Belajar tentang Polisi dan Tentara Sejak Dini

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus panggilan bagi generasi muda, termasuk para lulusan Universitas Paramadina, untuk mengambil peran lebih besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong produktivitas bangsa.

Alumni Paramadina Harus Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam orasi ilmiah tersebut adalah pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat. “Sebaik-baikknya manusia adalah manusia yang bermanfaat. Betul atau betul?” ujar Sandiaga.

Dia mendorong para alumni Universitas Paramadina untuk tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, jabatan, maupun pencapaian material, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga :  Dua Tahun Prabowo-Gibran: Krisis Kepercayaan Publik Mengintai, Pakar Desak Komunikasi Pemerintah Lebih Empatik

Gelar akademik yang diraih bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai, dan kemampuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

Integritas: Character Over Competence

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga menegaskan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama kepemimpinan.

“Integritas adalah landasan dari kepemimpinan. Tidak ada pemimpin yang mumpuni kalau integritas tidak diperbaiki,” tegasnya.