Konservasi Candi Gedongsongo: 500 Pohon Buah Ditanam untuk Jaga Ekosistem dan Pakan Satwa

oleh -8 Dilihat
oleh
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen.(Foto: ist)

JURNAL PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bersama ratusan relawan dan pecinta alam menggelar aksi konservasi penanaman 500 pohon buah di kawasan Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari puncak acara bertajuk “1001 Tenda, 1001 Alasan”.

Aksi lingkungan yang diikuti sekitar 800 peserta dari kalangan mahasiswa, Sispala, hingga komunitas penggiat alam ini difokuskan di area Blok F Gedongsongo.

Penanaman pohon buah tersebut secara khusus direkomendasikan oleh Perhutani. Tujuannya, selain memulihkan tutupan lahan hijau, buah yang dihasilkan kelak akan menjadi sumber pakan alami bagi kawanan monyet ekor panjang yang menghuni kawasan candi.

Baca Juga :  Panglima TNI Hadiri Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Ketua TRC Jawa Tengah, Arifin, menyebutkan bahwa meski yang ditanam pada hari Minggu berjumlah 500 pohon, panitia sebenarnya menyiapkan hingga 1.000 bibit lebih sesuai dengan tema acara.

“Untuk hari kedua ini akan dilakukan penanaman pohon di Blok F. Ada 500 pohon yang akan ditanam berupa tanaman buah,” terangnya.

Dalam momentum tersebut, Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi antusiasme kaum muda. Ia menekankan bahwa pelestarian alam bukanlah sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan butuh komitmen perawatan berkelanjutan.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Pastikan Penutupan MTQ Nasional 19 September Lebih Meriah

“Yang kita tanam ini juga tanaman-tanaman buah yang menghasilkan untuk keturunan kita, untuk penerus kita. Maka ini harus kita jaga,” ujar Taj Yasin.

Lebih lanjut, ia memanfaatkan forum tersebut untuk mengampanyekan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Gerakan Sopan). Konservasi air ini, menurutnya, telah terbukti berhasil menyelamatkan pasokan air saat kemarau panjang di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

“Alhamdulillah, di Jambu sudah ada contoh dan bermanfaat. Airnya sekarang mencukupi, walaupun kemarin menghadapi musim kemarau panjang. Buahnya juga semakin baik. Bahkan, masyarakat meminta ada penambahan sumur resapan dan biopori di lahan-lahan mereka,” ungkap Taj Yasin.

Baca Juga :  Lepas Kafilah MTQ Korpri Jateng, Begini Pesan Wagub Taj Yasin

Edukasi dan praktik langsung selama dua hari ini diakui berdampak besar bagi kesadaran peserta. Oktea, mahasiswi UNU Surakarta, menyatakan bahwa acara ini menjadi alarm pengingat bagi Generasi Z.

“Kita jadi tahu kalau ternyata lingkungan alam sudah tidak baik-baik saja,” pungkasnya.*