Menurutnya, karakter yang berintegritas harus lebih diutamakan daripada sekadar kompetensi.
Pesan Character Over Competence menjadi pengingat bahwa kemampuan akademik, keahlian profesional, dan kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kejujuran, tanggung jawab, konsistensi, serta komitmen terhadap nilai-nilai moral. Sandi juga mengingatkan bahwa mindset seorang pemenang harus senantiasa berorientasi pada inovasi.
“Mindset inovatif diperlukan untuk menghadapi tantangan dan mencari solusi, bukan sekadar mengeluh,” kata Sandiaga.
Sandiaga menekankan bahwa para lulusan dituntut untuk menghadapi dunia dengan pola pikir yang penuh inovasi dan optimisme.
Entrepreneurial Mindset untuk Menghadapi Dunia Industri
Memasuki dunia kerja dan industri, para wisudawan diharapkan memiliki entrepreneurial mindset atau pola pikir kewirausahaan. Mentalitas ini tidak hanya diperlukan bagi mereka yang ingin membangun bisnis sendiri, tetapi juga penting bagi siapa pun yang bekerja di perusahaan, organisasi, maupun institusi publik.
Sandiaga menggarisbawahi bahwa, “Entrepreneurship is not a profession, tapi entrepreneurship is a mindset. Sebuah pola pikir.”
Semangat kewirausahaan mendorong seseorang untuk proaktif, mampu membaca peluang, berani menghadapi tantangan, memiliki orientasi pada solusi, serta menciptakan nilai tambah dalam setiap pekerjaan.
“Mindset seorang pemenang adalah mindset inovasi,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa dengan pola pikir tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) dan penggerak inovasi.
“Bukan menambah masalah dengan mencari pekerjaan, tapi kita memberikan solusi dengan mendorong terciptanya lapangan kerjaan,” tambah Sandiaga, memperkuat harapan agar lulusan dapat berkontribusi luas dalam berbagai bidang,” ungkanya.
Semangat 4AS dan 3SI: Bekal Menghadapi Masa Depan
Menutup pesan orasi ilmiahnya, Sandiaga mengajak para wisudawan untuk membawa semangat kerja keras, kerja keras, kerja keras dan kerja keras atau 4AS serta mengembangkan nilai 3SI, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.







