Hari Santri 2026: Pemerintah Buka Kesempatan Santri Berkarya Lewat Pembentukan Ditjen Pesantren

oleh -7 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG — Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperkuat tata kelola dan pelayanan lembaga pendidikan keagamaan di Tanah Air.

Kebijakan ini ditegaskan pemerintah bertepatan dengan momentum peringatan Hari Santri 2026.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah memberikan ucapan selamat Hari Santri 2026 kepada segenap santri, kiai, nyai, pengasuh, dan keluarga besar pesantren di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Tegaskan Kemajuan Jawa Tengah Berkat Semangat Kebersamaan

Ucapan tersebut diiringi dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan kelembagaan pesantren secara menyeluruh.

Menurut Prasetyo, sejarah mencatat bahwa peran pesantren dalam menanamkan nilai kebangsaan dan mencerdaskan masyarakat sudah berlangsung sejak sebelum masa kemerdekaan.

Oleh sebab itu, perhatian besar yang diberikan Presiden Prabowo diarahkan agar pesantren terus beradaptasi tanpa kehilangan karakter utamanya.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Pastikan Penutupan MTQ Nasional 19 September Lebih Meriah

“Bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pesantren. Kita semua memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendidik generasi muda agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsanya,” ujar Prasetyo.

Ia menuturkan, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem belajar yang kondusif agar seluruh santri memperoleh hak serta kesempatan belajar dan berkarya yang sejajar.

Lingkungan pesantren diharapkan dapat tumbuh semakin aman, nyaman, dan bermartabat.

Baca Juga :  Peringati Hari Santri 2026 di Pemalang, Wagub Jateng Serukan Anti-Perundungan dan Peduli Lingkungan

“Yang kita harapkan adalah seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri. Ini menjadi perhatian kita Bersama,” jelas Mensesneg.

“Pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan dan penguatan yang diperlukan,” imbuhnya.

Penguatan kelembagaan tersebut dipastikan akan tetap berjalan selaras dengan pemeliharaan tradisi keilmuan, nilai-nilai keagamaan, serta semangat pengabdian yang selama ini menjadi fondasi utama pesantren.