Prabowo Dorong Perdagangan Indonesia-EAEU

oleh -6 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong agar Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement/Indonesia-EAEU FTA) segera berlaku dan dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan Rusia.

Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan dapat dimanfaatkan, segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan,” ujar Presiden Prabowo saat menghadiri Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Kamis (3/9).

Indonesia-EAEU FTA adalah perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan blok ekonomi Eurasia yang beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan. Perjanjian ini telah ditandatangani oleh negara-negara anggota dan Komisi Ekonomi Eurasia di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 lalu.

Baca Juga :  Universitas Paramadina dan Nagasaki Women’s Junior College Perkuat Persahabatan Indonesia–Jepang

Perjanjian tersebut mencakup penghapusan atau pengurangan bea masuk untuk 11.882 pos tarif, yang mencakup lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan antara Indonesia dan negara-negara EAEU.

Indonesia pun telah menyelesaikan proses persetujuan parlemen dengan Komisi VI DPR RI memberikan persetujuan terhadap Indonesia-EAEU FTA. Pada Juli lalu, Presiden Prabowo Subianto juga telah menandatangani Peraturan Presiden tentang pengesahan perjanjian tersebut.

“Saya dengan hormat meminta setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya, sehingga kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kriminolog: Tragedi Afrika Tengah sebagai Peringatan bagi Indonesia terkait PETI

Menurut Presiden Prabowo, perjanjian tersebut merupakan arsitektur baru perdagangan di negara-negara berkembang (Global South). Perjanjian ini pun akan membuka akses bagi produsen Indonesia untuk memasarkan produknya ke lima pasar di kawasan Eurasia.

Sebaliknya, produsen dari negara-negara EAEU juga akan punya akses untuk memasarkan produknya ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.

Perwakilan dunia bisnis dari Indonesia juga hadir dalam Forum tersebut untuk merealisasikan pengiriman perdana, mengidentifikasi calon pembeli, memastikan kesiapan logistik, serta membangun skema pembayaran yang sesuai dengan ketentuan FTA tersebut.

Baca Juga :  Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan

Indonesia pun berharap setelah skema tarif FTA mulai berlaku, maka semua barang, jalur distribusi, pembeli, dan kontrak perdagangan pun sudah siap untuk dilibatkan dalam implementasinya.

Sementara itu, secara khusus Presiden Prabowo juga mendorong Indonesia dan Rusia untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral mereka melalui skema FTA EAEU ini.