Kementerian Pangan Turun Gunung, Camat Belik Dampingi Petani Kentang Pemalang Suarakan Aspirasi di Pasar Sayur Gombong

oleh -8 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG – Suasana Pasar Sayur Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, mendadak berbeda pada Selasa (1/9/2026). Sentra agraris di lereng Gunung Slamet ini menjadi pusat perhatian nasional setelah jajaran Kementerian Pangan Republik Indonesia (RI) menggelar dialog interaktif secara langsung dengan ratusan petani kentang lokal.

Kehadiran perwakilan kementerian pusat di lumbung pangan Pemalang ini disambut antusias oleh para petani. Forum terbuka tersebut menjadi ruang strategis bagi masyarakat agraris setempat untuk berhadapan langsung dengan pemangku kebijakan dan menyampaikan tantangan riil di lapangan.

Baca Juga :  Respons Cepat Musibah Kebakaran, Camat Belik Salurkan Bantuan untuk Warga Wadas Malang

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para petani menyoroti tiga isu krusial sektor pertanian modern:

  • Stabilisasi Harga Jual: Perlindungan terhadap anjloknya harga komoditas saat musim panen raya tiba.
  • Akses Pupuk Bersubsidi: Jaminan ketersediaan dan kemudahan distribusi pupuk bagi para petani kecil.
  • Penguatan Hilirisasi: Dukungan strategi dan teknologi untuk mengolah hasil panen agar memiliki nilai jual tambah di pasar yang lebih luas.

Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, yang turun langsung memimpin pendampingan warga di lokasi, memberikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif pemerintah pusat yang bersedia mendengarkan denyut nadi petani.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Belik, Forkopimcam Bersama TNI Pastikan Situasi Aman dan Tekankan Kewaspadaan

“Kehadiran Kementerian Pangan RI di Pasar Sayur Desa Gombong ini adalah momentum emas bagi para petani kita di Belik. Kami berharap dialog terbuka ini mampu menjembatani solusi konkret demi meningkatkan kesejahteraan petani kentang yang menjadi tulang punggung ekonomi wilayah kami,” tegas Slamet Edy Riyanto di sela-sela kegiatan.

Pihak Kementerian Pangan RI telah mencatat seluruh masukan penting dari dialog kehangatan tersebut untuk diintegrasikan ke dalam rumusan kebijakan strategis nasional.

Sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para penggiat pertanian ini berhasil menumbuhkan optimisme baru bagi warga Belik.

Baca Juga :  Kebakaran Pasar Belik Berhasil Dipadamkan dalam 2,5 Jam, Pemerintah Siapkan Relokasi dan Bantuan Sosial

Pasar Sayur Gombong hari itu tercatat bukan sekadar tempat bertransaksi komoditas sayur-mayur, melainkan menjadi titik balik lahirnya komitmen kebijakan pro-petani demi mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh dan mandiri.*