Polres Pekalongan Dampingi Bayi Penderita CTEV hingga Mendapat Penanganan Medis

oleh -8 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG – Polres Pekalongan terus memperluas pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa mendapatkan perhatian dan penanganan kesehatan yang memadai.

Menindaklanjuti arahan Kapolda Jawa Tengah, tim Sidokkes Polres Pekalongan bersama Bhabinkamtibmas mendatangi seorang bayi berusia 14 hari yang mengalami kelainan kaki bawaan atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) di wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jumat (28/06/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memberikan penanganan sejak dini agar kelainan bawaan itu dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kecacatan permanen.

Baca Juga :  Polres Pekalongan Dampingi Bayi Penderita CTEV hingga Mendapat Penanganan Medis

Melalui Sidokkes, Kapolres Pekalongan menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan tersebut tidak sebatas pendataan. Petugas juga akan mengawal proses pengobatan bayi penderita CTEV hingga mendapatkan penanganan secara menyeluruh.

Dalam kunjungan itu, petugas mendatangi kediaman bayi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bojong II. Selain memeriksa kondisi fisik bayi, petugas turut memberikan dukungan dan penguatan kepada orang tua agar tetap tenang serta mengikuti proses pengobatan sesuai arahan tenaga medis.

Adapun sejumlah langkah konkret yang langsung dijalankan tim gabungan di lokasi meliputi:

Baca Juga :  Polres Pekalongan Tanggap Bantu Pengendara Kehabisan Solar di Tol KM 330
  • Verifikasi Data dan Pemeriksaan Fisik: Memastikan keakuratan indikasi CTEV serta mengukur tingkat keparahan posisi kaki si bayi.
  • Edukasi dan Patahkan Stigma: Memberikan pemahaman kepada pihak keluarga bahwa CTEV bukanlah mitos atau kutukan, melainkan kelainan medis yang dapat disembuhkan secara total jika ditangani dengan benar.
  • Pendampingan Rujukan Penanganan Medis: Memfasilitasi rujukan medis ke spesialis ortopedi untuk memulihkan posisi kaki menggunakan Metode Ponseti—metode medis dengan tingkat keberhasilan sangat tinggi pada usia bayi.
  • Komitmen Pengawalan Berkelanjutan: Memastikan proses pemulihan dan perawatan penderita dipantau secara berkala oleh kepolisian dan tenaga medis lokal.
Baca Juga :  Pemkab Pekalongan Gelar Apel Hari Jadi ke-404

Untuk diketahui, CTEV merupakan kelainan bawaan lahir di mana telapak kaki bayi menekuk ke dalam dan ke bawah. Tanpa penanganan dini, kondisi ini dapat memicu kelumpuhan fungsi jalan, rasa nyeri kronis, serta cacat permanen seumur hidup.

Aksi tanggap Polres Pekalongan ini menjadi bukti nyata bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak sebatas menjaga kamtibmas, tetapi juga hadir membawa solusi bagi kesehatan warga.