Polda Jateng Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tidak Terlibat dalam Aksi Berpotensi Ricuh

oleh -31 Dilihat
oleh
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto.(Foto: ist)

JURNAL PEMALANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengimbau para orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama agar tidak berada di lokasi penyampaian aspirasi yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk upaya bersama untuk melindungi keselamatan anak sekaligus menjaga agar kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung secara tertib dan aman.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto menegaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman serta edukasi kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif.

Baca Juga :  Jateng Jadi Magnet Baru Investasi, Rp 19,07 Triliun Mulai Mengalir

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Untuk itu, para orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengedukasi anak-anaknya agar memahami risiko serta mengutamakan kepentingan masa depan dan keselamatan mereka,” ujar Yuliyanto.

Menurut Kombes Pol. Yuliyanto penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dan pemahaman yang cukup agar tidak terlibat dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Baca Juga :  Tujuh Tokoh Jawa Tengah Diajukan Calon Pahlawan Nasional

“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak serta memahami aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka, terutama ketika terdapat informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di suatu wilayah.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kurang 19 Hari MTQ Nasional di Jawa Tengah, Taj Yasin: Persiapan Sudah 80-90 Persen

“Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” imbuhnya.

Kombes Pol. Yuliyanto menegaskan, menjaga keselamatan anak membutuhkan peran dan kerja sama antara kepolisian, keluarga, masyarakat dan seluruh pihak.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya.*