Universitas Paramadina dan Nagasaki Women’s Junior College Perkuat Persahabatan Indonesia–Jepang

oleh -43 Dilihat
oleh
Diskusi “Bridges Beyond Borders: Strengthening Friendship Through Cultural Understanding and Global Collaboration” Senin (31/8/2026).(Foto: ist)

JURNAL PEMALANG — Universitas Paramadina Kampus Cipayung bersama Nagasaki Women’s Junior College dan AWINA memperkuat hubungan persahabatan Indonesia–Jepang melalui kegiatan “Bridges Beyond Borders: Strengthening Friendship Through Cultural Understanding and Global Collaboration”, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula TP Rachmat, Universitas Paramadina Kampus Cipayung, tersebut menjadi ruang pertukaran perspektif mengenai budaya, sejarah, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Jepang.

Hadir sebagai pembicara Dr. Rizki Damayanti, Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina; Asriana Issa Sofia, MA, Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina; Iwamoto Yoshinori dari Nagasaki Women’s Junior College; Yulian Fathinah, S.STP., Lurah Cipayung; serta Dr. Peni Hanggarini, Director of Marketing dan Beasiswa Universitas Paramadina sekaligus dosen Paramadina Graduate School of Diplomacy.

Baca Juga :  Prabowo Dorong Perdagangan Indonesia-EAEU

Dr. Rizki Damayanti, mengatakan hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui diplomasi dan kerja sama antar pemerintah, tetapi juga melalui hubungan antarmanusia atau people-to-people connections.

“Hubungan antar negara tidak hanya dibangun melalui hubungan diplomatik dan kerja sama antar pemerintah, tetapi juga melalui people-to-people connections melalui pertemanan, pendidikan, kebudayaan, dan pengalaman yang kita bagikan bersama,” ujar Rizki.

Menurutnya, hubungan Indonesia dan Jepang yang telah berlangsung panjang perlu terus diperkuat melalui mutual understanding, yakni kemauan untuk saling memahami cara berpikir, berinteraksi, menghargai budaya, dan melihat dunia.

Baca Juga :  Perempuan Paramadina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan untuk Pembangunan Berkelanjutan

“Kami percaya, generasi muda adalah jembatan terbaik untuk membangun hubungan tersebut,” katanya.

Sementara itu Asriana Issa Sofia memaparkan perjalanan panjang hubungan Indonesia dan Jepang, dari masa konflik dan pendudukan menuju rekonsiliasi, kerja sama pembangunan, hingga berkembang menjadi kemitraan strategis multidimensi.

Hubungan kedua negara digambarkan mengalami transformasi dari pengalaman traumatis dan proses rekonsiliasi menuju hubungan diplomatik yang semakin luas, termasuk melalui kerja sama pembangunan, infrastruktur, teknologi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga :  TNI–ADF Perkuat Pertahanan Siber melalui Simulasi Terpadu Keris Woomera 2026

Salah satu tonggak penting yang disoroti adalah Fukuda Doctrine pada 1977 yang menekankan hubungan yang setara dan saling menguntungkan, sekaligus memperkuat people-to-people relations melalui pertukaran budaya, pendidikan, dan pemahaman antar masyarakat.

“Hubungan Indonesia–Jepang pada perkembangan berikutnya juga semakin multidimensional, mencakup perdagangan, investasi, energi, infrastruktur, pendidikan, teknologi, keamanan, maritim, dan kerangka Indo-Pasifik,” Katanya.