Universitas Paramadina dan Nagasaki Women’s Junior College Perkuat Persahabatan Indonesia–Jepang

oleh -5 Dilihat
oleh
Diskusi “Bridges Beyond Borders: Strengthening Friendship Through Cultural Understanding and Global Collaboration” Senin (31/8/2026).(Foto: ist)

Sementara itu, Iwamoto Yoshinori membawa perspektif personal melalui kisah keluarganya di Nagasaki. Ia menceritakan bagaimana ibunya selamat dari bom atom Nagasaki pada 9 Agustus 1945, meski kehilangan seluruh anggota keluarganya dan kemudian menghadapi diskriminasi sebagai penyintas.

“Saya lahir karena ibu saya tidak pernah menyerah,” ujar Iwamoto.

Ia memaknai kisah tersebut sebagai bukti pentingnya hubungan kehidupan antargenerasi.

Baca Juga :  Universitas Paramadina Gelar International Forum for Entrepreneurship Educators 2026

“Ibu saya memberikan hidupnya kepada saya. Kehidupan beliau terhubung dengan kehidupan saya,” lanjutnya.

Iwamoto juga mengungkapkan bahwa hubungan Nagasaki dan Indonesia telah berlangsung selama berabad-abad. Pada masa Edo, gula dari Indonesia menjadi salah satu komoditas yang masuk ke Nagasaki melalui perdagangan internasional dan turut memengaruhi budaya pangan kota tersebut. Ia mengaitkannya dengan sejarah Castella, kue tradisional yang identik dengan Nagasaki.

“Saya sangat senang Universitas Paramadina dan Nagasaki Women’s Junior College dapat bersatu, melintasi batas negara, dan menyelenggarakan kegiatan seperti ini,” kata Iwamoto.

Baca Juga :  Hari Keenam Pascagempa, TNI Kerahkan 5.254 Personel dan Salurkan 293 Ton Bantuan untuk NTT

Dr. Peni Hanggarini, mengatakan Bridges Beyond Borders bukan sekadar kegiatan memperkenalkan budaya Indonesia dan Jepang, tetapi merupakan upaya membangun jembatan persahabatan antara kedua negara, masyarakat, dan generasi muda.

“Bagi Universitas Paramadina, Bridges Beyond Borders bukan sekadar tentang memperkenalkan budaya Indonesia dan Jepang, tetapi tentang membangun jembatan—jembatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang, antara masyarakat dan generasi muda, serta antara dua budaya yang mungkin berbeda, tetapi memiliki banyak hal untuk dipelajari dan dibagikan bersama,” ujar Peni.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Universitas Paramadina sebagai kampus peradaban dan kampus global yang terbuka terhadap dunia, mampu berdialog dengan masyarakat internasional, sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Baca Juga :  Universitas Paramadina dan IPB University Bedah Paradigma GDP-Oriented dan Agenda Degrowth untuk Ekonomi Indonesia

Kegiatan Bridges Beyond Borders menegaskan bahwa persahabatan IndonesiaJepang dapat terus dibangun melalui pendidikan, pemahaman budaya, pertukaran pengalaman, dan hubungan antarmanusia.

Universitas dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan jembatan yang melampaui batas negara serta memperkuat kerja sama generasi mendatang.*