Universitas Paramadina Gelar International Forum for Entrepreneurship Educators 2026

oleh -40 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG — Universitas Paramadina menjadi tuan rumah International Forum for Entrepreneurship Educators (IFE) 2026, forum internasional yang mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan, dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris, dan Vietnam.

Mengusung tema “Glocalizing Entrepreneurship Education: Cultivating Mindsets for a Sustainable Future”, forum membahas pentingnya menggabungkan perspektif global dengan aksi lokal dalam membangun pendidikan kewirausahaan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menekankan bahwa kewirausahaan tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan dan pengalaman nyata.

Baca Juga :  Soroti Sidang MK soal Gibran, Didik J. Rachbini Peringatkan Bahaya Personalisasi Kekuasaan

Ia juga mendorong agar kerja sama internasional dilanjutkan melalui riset, pertukaran dosen, dan kolaborasi akademik.

Keynote speaker Dr. Vasilios Stouraitis dari Glasgow Caledonian University menegaskan perlunya pergeseran dari entrepreneurship education menuju entrepreneurial education, yaitu pendidikan yang membangun kemampuan mahasiswa menghadapi ketidakpastian, mengenali peluang, bereksperimen, membangun resiliensi, dan menciptakan nilai secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Prof. Dr. Gancar C. Premanto dari Universitas Airlangga memaparkan konsep Holistic Entrepreneur Ecosystem, yang mencakup empat subsistem utama, yakni sistem pembelajaran, ekosistem kemitraan, fasilitas pendukung, dan pengukuran hasil.

Baca Juga :  Perempuan Paramadina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Model tersebut mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman dan proyek, mentoring alumni, keterlibatan praktisi, platform digital, konsultasi bisnis, serta pengukuran prestasi mahasiswa dalam kompetisi nasional dan internasional.

Dr. Angelina Nath Hanh Le dari University of Economics Ho Chi Minh City (UEH) mengaitkan pendidikan kewirausahaan dengan perkembangan marketing hingga Marketing 7.0 yang menekankan empati, autentisitas, dan storytelling.

Ia menyoroti bahwa meskipun AI mampu menghasilkan output yang sangat sempurna, aspek manusia tetap menjadi pembeda penting.

Baca Juga :  Prof. Didik J. Rachbini: Pergantian Kepemimpinan BI Belum Cukup untuk Memperkuat Rupiah dalam Lima Tahun

Dalam paparannya, ia menyampaikan, “something real, something imperfect, is more important than something that looks very perfect.”

Dari Universitas Paramadina, Adrian Azhar Wijanarko, MM membahas pentingnya integrasi data untuk meningkatkan inklusi keuangan UMKM.