Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan sosok polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang dapat dekat dengan siapa saja, termasuk anak-anak.
Salah seorang anggota Polsek Moga, Aipda Ari, mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak yang datang berkunjung.
Menurutnya, kunjungan anak-anak TK dalam jumlah yang cukup banyak tersebut menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat dapat dibangun melalui pendekatan yang ramah dan bersahabat.
“Kehadiran anak-anak TK yang lumayan banyak ini sungguh sangat membanggakan kami sebagai polisi. Kunjungan ini menunjukkan bahwa polisi bisa dekat dan bersahabat dengan anak-anak,” ujar Aipda Ari.
Suasana di Mapolsek Moga pun berlangsung penuh keakraban. Anak-anak terlihat bersemangat mengikuti kegiatan, mengamati lingkungan kantor polisi, serta mendengarkan penjelasan mengenai tugas-tugas kepolisian.
Belajar dari Dunia Nyata
Bagi para peserta didik, kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan keluar sekolah. Lebih dari itu, kegiatan menjadi pengalaman belajar langsung yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal berbagai profesi sekaligus memahami pentingnya disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap tanah air.
Melalui interaksi langsung dengan anggota TNI dan Polri, anak-anak diharapkan tidak lagi memandang polisi maupun tentara sebagai sosok yang jauh atau menakutkan. Sebaliknya, mereka dapat mengenal keduanya sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tugas menjaga keamanan serta memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya lembaga pendidikan anak usia dini dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan nyata.
Dengan wajah ceria dan berbagai pengalaman baru yang mereka dapatkan, ratusan anak TK ABA dan KB Aisyiyah Tunas Melati Banyumudal pun meninggalkan markas TNI dan Polri dengan membawa satu pengalaman berharga: belajar mengenal polisi dan tentara sejak dini, sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap para penjaga bangsa dan negara.*
Penulis: Tuko Chaeron






