Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Nurkholes bahkan membuka peluang agar Estafet Obor Comal dikembangkan menjadi agenda tahunan resmi berskala kabupaten.
Dukungan serupa disampaikan Rizal Bawazier. Anggota Komisi VI DPR RI tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan Estafet Obor Comal.
Ia menyebut tradisi lari malam membawa obor tersebut berawal dari aspirasi masyarakat pada 2023.
Menurut Rizal, penyelenggaraan tahun 2026 menjadi salah satu gelaran paling meriah sejak tradisi tersebut digelar.
Kehadiran pimpinan daerah turut menjadi magnet yang membuat masyarakat semakin antusias memadati sepanjang rute perlombaan.
“Selama gelaran Estafet Obor di Comal, tahun ini menjadi puncaknya karena untuk pertama kalinya dihadiri pimpinan daerah,” kata Rizal.
“Kehadiran Plt Bupati Pemalang menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga dan panitia,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, obor dalam tradisi tersebut memiliki makna simbolis. Cahaya api yang dibawa para peserta menjadi gambaran semangat generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif, sehat, sekaligus mempererat hubungan dan silaturahmi antarwarga.
Dengan semakin besarnya antusiasme masyarakat dan dukungan berbagai pihak, Estafet Obor Comal diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga berkembang sebagai ikon kegiatan masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menanamkan semangat kebersamaan dan nasionalisme.*





