Memperluas Ukuran Keberhasilan Pembangunan
Dalam bagian lain diskusi, Bhima mempertanyakan apakah persoalan utama terletak pada besarnya pertumbuhan ekonomi atau juga pada cara GDP dirumuskan dan indikator apa saja yang dimasukkan ke dalamnya.
“Indikator yang dibuang apa? Pertambangan penggalian nggak usah masuk. Indikator barunya apa tadi? kebahagiaan, air yang bersih, udara yang sehat, dan lain-lain,” ujarnya.
Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan Prof. Bambang mengenai green GDP dan menegaskan perlunya memperluas ukuran keberhasilan pembangunan. Dengan demikian, keberhasilan ekonomi tidak hanya dinilai dari peningkatan output, tetapi juga dari kemampuan pembangunan meningkatkan kesejahteraan, menjaga lingkungan, serta memperkuat kapasitas masyarakat.
Menutup diskusi, Prof. Didin menekankan pentingnya melihat ekonomi tidak semata sebagai aktivitas menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat. Ia mengaitkan gagasan tersebut dengan konsep ekonomi lokal dan Nusantaranomik yang dikembangkannya melalui berbagai penelitian dan disertasi.*




