Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah, Majelis Dikdasmen, panitia, juri, guru pendamping, hingga seluruh peserta.
“Alhamdulillah pelaksanaan Olimpiade berjalan dengan baik, aman, dan nyaman. Terima kasih kepada Disdikdasmen, Majelis Dikdasmen, panitia, juri, guru pendamping, dan seluruh peserta. Semoga silaturahmi antarsekolah semakin erat dan semangat Islam Berkemajuan terus tertanam di hati para pelajar,” ujarnya.
Menurut Imam, Milad ke-70 SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kekuatan iman.
Melalui Olimpiade PAI dan Seni Kreasi Islami, nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam kompetisi yang sehat, kreativitas, silaturahmi, dan pengembangan potensi peserta didik.
Semarak Milad ke-70 akhirnya bukan sekadar tentang bertambahnya usia SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi panggung bagi generasi muda untuk belajar, berprestasi, berkarya, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan semangat Islam Berkemajuan.
Dari Hanggar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan dibawa para pelajar untuk memberikan manfaat bagi sekolah, umat, dan bangsa. Muhammadiyah Mencerahkan, Banyumas Berkemajuan!* (Tarqum Aziz | JurnalisMu)





