JURNAL PEMALANG — Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berdampak maksimal jika masih dibayangi oleh angka ketimpangan yang lebar. Berangkat dari kesadaran tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tidak hanya bertepuk tangan melihat tingginya angka pertumbuhan makro ekonomi semata.
“Kalau kita berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, jangan senang dulu dengan besarnya angka pertumbuhan. Lihat indikatornya. Kalau tumbuh tinggi, tetapi ketimpangannya juga tinggi, berarti yang menikmati pertumbuhan itu hanya beberapa orang,” ujar Sumarno saat memberikan arahan di Alana Hotel, Karanganyar, Kamis (29/10/2026).
Untuk menjadikan KDKMP sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan, Sumarno menekankan perlunya evaluasi dari sejarah panjang koperasi di Indonesia. Dinamika masa lalu, seperti pada era Koperasi Unit Desa (KUD), harus menjadi pelajaran penting.
Kunci utama keberhasilan koperasi, lanjut Sumarno, tak hanya bertumpu pada modal dan infrastruktur dari pemerintah pusat, melainkan juga pada prinsip demokrasi anggota.
“Dalam koperasi, yang paling kuat adalah suara anggota. Anggota harus memahami bahwa mereka memiliki kekuatan suara dalam koperasi,” jelasnya.
Oleh karena itu, Pemprov Jateng saat ini tidak hanya fokus pada pendirian lembaga secara fisik, tetapi juga memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di dalamnya. Salah satu langkah konkretnya adalah memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 5.040 calon bendahara KDKMP se-Jawa Tengah demi mewujudkan pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Di sisi administratif, pembentukan KDKMP juga terus dikebut. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Linda Widiastuti Ariningrum, memaparkan bahwa hingga 29 Oktober 2026, tahapan verifikasi dan validasi terhadap 4.426 titik prioritas KDKMP telah mencapai 95 persen.
Meskipun progresnya melonjak pesat dibanding bulan lalu, Linda mengingatkan jajarannya untuk tetap teliti menyelesaikan sisa lima persen target verifikasi sebelum diinput ke Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIM Kopdes).
Melalui ekosistem yang sehat, Pemprov Jateng menaruh harapan besar agar KDKMP mampu memperluas akses pasar bagi para pelaku UMKM, menjaga rantai distribusi barang kebutuhan pokok, dan benar-benar meneteskan kesejahteraan bagi masyarakat desa dan kelurahan di seluruh penjuru Jawa Tengah.*







