Kota Semarang Juara Umum Porprov Jateng XVII, Wagub Taj Yasin Soroti Evaluasi Keselamatan Atlet

oleh -3 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG — Gemuruh kompetisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jateng 2026 telah usai. Di balik euforia Kota Semarang yang merengkuh takhta juara umum, terselip duka dan perenungan mendalam terkait standar keselamatan atlet.

Hal tersebut menjadi sorotan utama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menutup ajang multievent tersebut di Stadion Kebondalem, Kabupaten Kendal, Jumat (30/10/2026).

Di hadapan para perwakilan dari 7.999 atlet yang berlaga, Taj Yasin menundukkan kepala. Ia menyampaikan dukacita bagi Syabila Rizkia Putri Raharja, atlet selam asal Jepara, serta Ayudiah Rivana Tridianidita, atlet pencak silat asal Kota Semarang, yang meninggal dunia pada masa penyelenggaraan Porprov.

Baca Juga :  Sidak Outlet HWG di Pemalang, Legislator Soroti Dugaan Penyalahgunaan Izin Restoran

“Semoga beliau berdua mendapatkan ampunan dari Allah dan husnulkhatimah,” tuturnya.

Peristiwa tragis ini, menurut Wagub, adalah peringatan keras bagi panitia dan penyelenggara di masa depan.

“Ke depannya harus ada evaluasi, kita minimalisir cedera pada atlet. Itu yang paling utama,” tegasnya.

Baca Juga :  Dukung Kapulaga, Batik Kalikajar Wonosobo Berdayakan Perempuan Lewat Usaha Berbasis Keluarga, Produk Sampai Jepang dan Hongkong

Kini, tongkat estafet pembinaan dan penyelenggaraan resmi berpindah ke Kedu Raya untuk gelaran Porprov XVIII pada 2030. Kawasan yang mencakup Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen ini memikul tanggung jawab besar.

Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengingatkan agar Kedu Raya belajar dari kekurangan penyelenggaraan tahun ini, terutama terkait ketersediaan fasilitas olahraga.

“Pengalaman menunjukkan bahwa masih ada tiga cabang olahraga yang oleh tuan rumah tidak tersedia venue-nya,” kata Sujarwanto.

Baca Juga :  Ahmad Doli Kurnia Temukan Kejanggalan Kasus Perundungan Siswa SD di Pemalang, CCTV hingga Lokasi Beda Versi

Porprov XVII mempertandingkan 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan. Meski Kota Semarang mendominasi perolehan 177 medali emas, Sujarwanto memastikan bahwa kualitas kompetisi terus meningkat secara menyeluruh.

“Bukan berarti yang lain tidak berprestasi. Karena medali emas dan perolehan medali hampir merata di seluruh kontingen kabupaten dan kota,” pungkasnya.

Gelaran ini sekaligus menjadi batu loncatan strategis bagi Jawa Tengah menuju PON 2028 di NTB dan NTT.*