Uniknya Grebeg 1000 Kemeja Sukorejo: Angkat Potensi Konveksi Lokal, Rajut Kerukunan Jelang Pilkades

oleh -5 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG – Ada pemandangan unik di kawasan wisata Mina Padi, Desa Sukorejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, pada Minggu (6/9/2026). Warga berbondong-bondong mengarak empat “gunungan” yang tidak berisi hasil bumi seperti pada umumnya, melainkan tumpukan pakaian dalam gelaran “Festival Grebeg 1000 Kemeja”.

Mengangkat tema “Kebersamaan, Berdaya, dan Berbudaya: Wujudkan Sukorejo Maju dan Sejahtera”, festival tahunan yang digagas Pemerintah Desa (Pemdes) Sukorejo ini dirancang tidak sekadar sebagai pesta rakyat, melainkan sebagai etalase kebangkitan ekonomi lokal.

Berikut adalah sorotan utama dari kemeriahan Grebeg 1000 Kemeja tahun ini:

Baca Juga :  Sulap Sampah Plastik Jadi Cuan, Begini Cara Mahasiswa KKN Undip Berdayakan Warga Desa Pendowo
  • Simbol Identitas Konveksi Lokal: Gunungan kemeja dipilih secara khusus untuk merepresentasikan identitas dan kekompakan industri konveksi yang menjadi salah satu urat nadi ekonomi Desa Sukorejo. Kepala Desa Sukorejo, Jaroni, menegaskan acara ini terwujud berkat gotong royong murni antara warga dan para pengusaha konveksi setempat.
  • Wadah Perputaran Ekonomi UMKM: Selain kirab kemeja, festival ini juga memfasilitasi pelaku UMKM melalui Car Free Day (CFD), senam sehat, dan panggung hiburan dangdut. Camat Ulujami, Waluyo, memuji langkah Pemdes yang sukses menciptakan ruang bagi UMKM untuk menggerakkan roda ekonomi desa.
  • Peredam Suhu Politik Desa: Mengingat Desa Sukorejo akan segera menggelar hajat demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), festival ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi kerukunan warga.
Baca Juga :  Semarak HUT RI ke-81 di Pemalang: Plt Bupati Apresiasi Geliat UMKM dan Dorong Pembangunan Jogging Track Desa

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang, Bagus Sutopo yang turut hadir bersama jajaran Forkopimca, secara khusus menitipkan pesan damai kepada ribuan warga yang memadati lokasi. Ia meminta masyarakat untuk menempatkan persaudaraan di atas segalanya.

“Mari kita jaga Pilkades agar berlangsung damai, tertib, aman, dan demokratis. Berbeda pilihan itu wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai merusak persaudaraan. Yang utama adalah menjaga kebersamaan untuk membangun desa,” tegas Bagus Sutopo.*