Universitas Paramadina Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial dan Aman di Era Digital

oleh -3 Dilihat
oleh
Universitas Paramadina

JURNAL PEMALANG — Kemudahan transaksi dan akses terhadap layanan keuangan di era digital perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak serta kesadaran untuk melindungi data pribadi.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Open House Universitas Paramadina bertajuk “Cerdas Finansial di Era Digital: Membangun Literasi Keuangan & Melindungi Data Pribadi”, yang digelar Selasa (1/9), di Aula Prof. Firmanzah, Gedung Nurcholish Madjid, Kampus Cipayung, Universitas Paramadina.

Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tantangan pengelolaan keuangan sekaligus risiko keamanan data di tengah semakin berkembangnya teknologi finansial dan transaksi digital.

Baca Juga :  Plt Bupati Pemalang Dorong Kebersamaan dan Pertumbuhan UMKM Warga

Direktur Pemasaran dan Beasiswa Universitas Paramadina, Dr. Peni Hanggarini, mengatakan bahwa tema kegiatan tersebut sejalan dengan tiga pilar Universitas Paramadina, yakni keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan.

“Pilar pertama yaitu keislaman, mengajarkan kita untuk mengelola keuangan dengan bijak dan tentunya amanah. Pilar kedua yaitu keindonesiaan, mendorong kita untuk menjadi warga digital yang penuh tanggung jawab. Sementara pilar ketiga yaitu kemodernan, dapat mengajarkan kita untuk menggunakan teknologi secara aman dan cerdas.”

Menurut Peni, ketiga pilar tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak berhenti sebagai nilai yang hanya dipelajari.

Baca Juga :  Polda Jateng Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tidak Terlibat dalam Aksi Berpotensi Ricuh

“Ketiga pilar tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sekadar nilai yang perlu dipelajari.”

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap peserta tidak hanya memiliki tambahan pengetahuan tetapi juga dapat mulai sedikit demi sedikit membangun kebiasaan yang baik yaitu mengelola keuangan dengan bijak, menjaga data pribadi dengan baik, dan menggunakan teknologi dengan penuh tanggung jawab.”

Baca Juga :  Pemprov Jawa Tengah dan LFSP Bahas Sinergi Program Pesantren Obah

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, Permata Dian Pratiwi, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan memahami produk keuangan, tetapi juga mencakup kemampuan menerapkan kebiasaan keuangan yang sehat serta mengelola uang dan melindungi informasi pribadi.

“Akses terhadap produk keuangan sudah semakin luas, tetapi kemampuan menggunakan produk tersebut secara tepat harus terus diperkuat,” ujar Permata Dian.