Universitas Paramadina Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial dan Aman di Era Digital

oleh -5 Dilihat
oleh
Universitas Paramadina

Dalam paparannya, Permata Dian menyampaikan bahwa universitas memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang cerdas mengelola keuangan, bijak menggunakan teknologi, dan aman dalam melindungi data pribadi. Peran tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, kurikulum, pengembangan ekosistem kampus yang aman secara digital, penelitian, serta keterlibatan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa sebagai kelompok strategis karena pada masa depan mereka akan menjadi pengambil keputusan keuangan. Literasi keuangan perlu diwujudkan dalam berbagai perilaku, mulai dari menabung, memperoleh pendapatan, menggunakan uang, meminjam, berinvestasi, merencanakan keuangan, hingga melindungi aset dan informasi pribadi.

Dari sisi industri pembiayaan, Deputy Director Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Sri Haryati, menjelaskan bahwa perusahaan pembiayaan menyediakan fasilitas untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan barang dan jasa, baik untuk kepentingan produktif maupun konsumtif.

Baca Juga :  Panglima TNI Hadiri Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Sri mengingatkan agar masyarakat menggunakan fasilitas pembiayaan secara bijak. Khususnya dalam pembiayaan digital, kemudahan proses tidak seharusnya membuat konsumen mengabaikan kemampuan membayar dan konsekuensi dari kewajiban finansial.

“Pembiayaan harus digunakan secara bijak. Pastikan kemampuan membayar angsuran dan jaga sejarah kredit yang tercatat di SLIK.”

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengambil pembiayaan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan, menggunakan data pribadi yang sebenarnya, serta tidak meminjamkan data pribadi kepada pihak lain.

Baca Juga :  Jawa Tengah Mulai Dorong Elektrifikasi Transportasi Umum

Sementara itu, Corporate Secretary, Investor Relations & Sustainability Head PT Bussan Auto Finance, Akmal Abudiman, MM, CSP, CSRS, CSRA, CSFS, SCL., turut memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun kesadaran konsumen dalam menggunakan layanan keuangan di tengah perkembangan ekosistem digital.

“Perlindungan data pribadi menjadi bagian penting dalam literasi keuangan digital. Kehilangan perangkat digital, misalnya, tidak hanya berpotensi menyebabkan kehilangan perangkat, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk terhadap risiko kehilangan uang, identitas, bahkan reputasi.”

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Didip Diandra, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Paramadina memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan digital.

Baca Juga :  Jateng Jadi Magnet Baru Investasi, Rp 19,07 Triliun Mulai Mengalir

Universitas Paramadina juga terus mengembangkan peran perguruan tinggi sebagai center of financial & digital literacy melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan. Sejumlah penelitian dosen Universitas Paramadina sebelumnya juga menunjukkan keterkaitan antara literasi keuangan, gaya hidup, perilaku keuangan, financial technology, dan perlindungan data pribadi.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Paramadina menegaskan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya memiliki akses terhadap teknologi dan layanan keuangan, tetapi juga memiliki pengetahuan, sikap kritis, perilaku keuangan yang sehat, serta keterampilan untuk melindungi informasi pribadi di tengah transformasi digital.