Acara dibuka oleh Ketua PDPM Banyumas Subhan Purno Aji dan dipandu moderator Abid Hanifi Samha. Pihak tuan rumah SMK Mutu Purwokerto diwakili H. Agus Suyon yang menyebut kegiatan ini sebagai “dakwah bil qolam yang akan mengubah zaman”
Praktik, Bukan Sekadar Ceramah
Setelah sesi materi, peserta langsung praktik. Mereka diminta menulis berita 300 kata tentang isu di sekitar mereka, melakukan simulasi wawancara, dan membedah hoaks yang beredar di media sosial.
Bagi Bintang, praktik seperti ini penting. Menurutnya, anggota dewan butuh mitra dari kalangan jurnalis muda untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Kalau ada jalan berlubang di desa kalian, foto. Tulis. Kirim ke media. Tag kami. Itu lebih efektif daripada hanya mengeluh di grup WA,” pesannya.
Lahirkan Penulis, Bukan Penonton
Kegiatan ditutup pukul 14.00 WIB oleh Ketua PDPM Banyumas dengan pesan “Jadilah garda terdepan dakwah digital”.
Bagi peserta, kehadiran anggota DPRD dalam kelas jurnalistik memberi gambaran nyata: bahwa tulisan bisa menjadi jembatan antara masyarakat dengan pengambil kebijakan.
“Jadi bintang itu bukan karena followers. Tapi karena tulisanmu dipercaya dan bisa mengubah sesuatu,” ujar Bintang menutup sesinya. (Tarqum Aziz JurnaliszMu).






