JURNAL PEMALANG — Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, berujung pada bencana pergerakan tanah. Pada Jumat (30/10/2026) sore, Dusun Kaliwadas (RT 05/RW 02) di Desa Mlaya disapu longsoran tanah dan lumpur basah yang menghantam langsung permukiman warga.
Dampak terjangan material longsor tersebut memaksa warga segera mengosongkan rumah. Sebagaimana dilaporkan melalui keterangan di media sosial X oleh akun @NaraSenyap dan @jateng_twit, pekatnya lumpur tak sekadar merusak struktur bangunan, namun turut menelan sepeda motor warga yang berada di jalur tersebut.
“Selain merusak bangunan rumah, terjangan tanah longsor dan lumpur basah di jalur sekitar lokasi juga menyebabkan kendaraan sepeda motor warga ikut terjebak serta terperosok,” lapor akun @jateng_twit, Sabtu (31/10/2026).
Situasi kedaruratan ini memicu reaksi cepat dari unsur kewilayahan. Pemerintah Desa Mlaya, relawan DESTANA, bersama para pemuda dan tokoh masyarakat bahu-membahu mendatangi titik bencana.
Mereka memprioritaskan penanganan awal dengan memindahkan perabotan dari rumah-rumah yang terdampak dan terancam.
Mengingat kondisi tanah yang masih labil, aparat desa meminta warga terus mengantisipasi kemungkinan longsor susulan di sekitar area terdampak.
Saat ini, penanganan lebih lanjut masih menunggu asesmen komprehensif dari BPBD Kabupaten Banjarnegara guna memetakan total kerugian fisik dan kebutuhan mendesak para korban.*





