Korsleting Listrik Hanguskan Rumah di Bojong Pekalongan, Kerugian Capai Rp50 Juta

oleh -4 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG – Diduga akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik, sebuah rumah milik warga bernama Zulaekha (55) di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan ludes dilalap si jago merah pada Selasa (20/10/2026) malam. Insiden ini menelan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp50 juta.

Tragedi ini nyaris merenggut nyawa dua anak pemilik rumah, Syafa (16) dan Zulfa (12), yang tengah terlelap tidur saat kejadian. Sekitar pukul 22.30 WIB, Syafa terbangun setelah merasakan suhu ruangan yang mendadak panas menyengat disertai suara letupan api.

Menyadari kobaran api dari arah kamar telah menjalar ke atap, ia segera membangunkan sang adik dan berlari menyelamatkan diri keluar rumah sambil berteriak meminta tolong.

Baca Juga :  Porsadin VIII Jateng Digelar di Tegal, Momentum Perkuat Madrasah Diniyah dan Karakter Generasi Muda

Mendengar jeritan korban, warga sekitar langsung bergotong royong menjinakkan api dengan peralatan seadanya. Warga juga berinisiatif melapor ke Polsek Bojong, pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pekalongan, Damkar PT HAI, serta petugas PLN setempat.

Setibanya di lokasi, aparat Polsek Bojong bersama tim pemadam gabungan bergerak cepat memblokade area dan memadamkan kobaran api. Amukan si jago merah baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 24.00 WIB.

Mewakili Kapolres Pekalongan AKBP Zamrul Aini, Kasubsi Penmas Sihumas Iptu Suwarti membenarkan peristiwa nahas tersebut pada keesokan harinya, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga :  Peduli Anak Penderita Clubfoot, Polres Pekalongan Berikan Bantuan Alat Penunjang Medis

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, pihak kepolisian menyimpulkan titik awal api berasal dari korsleting di dalam kamar.

“Dugaan sementara pemicu kebakaran adalah akibat timbulnya korsleting listrik dari area dalam kamar. Kami bersyukur dalam insiden ini tidak ada korban jiwa, dua penghuni rumah yang berada di dalam berhasil menyelamatkan diri tepat waktu. Estimasi kerugian materi diperkirakan mencapai Rp. 50 juta,” urai Suwarti.*