JURNAL PEMALANG – Selama lima bulan, keluarga di Desa Sidoharjo, Purworejo, hidup dalam ketidakpastian. Putra mereka, Arifin Tri Prasetyo (40) yang mengidap gangguan kejiwaan, pergi dari rumah tanpa pamit dan tak kunjung kembali.
Namun, teka-teki panjang itu akhirnya terjawab di sebuah desa di Kabupaten Pekalongan pada Senin (28/9/2026) malam.
Malam itu, warga Dukuhsari, Desa Legok Kalong tengah menggelar acara tahlilan. Di tengah kerumunan, sosok Arifin turut hadir. Tak ada yang janggal hingga acara usai.
Arifin mulai menunjukkan gelagat kebingungan, mondar-mandir di sekitar lokasi tanpa tujuan jelas, memicu simpati sekaligus kecurigaan warga setempat.
Laporan warga yang diteruskan dari Kepala Desa kepada Bhabinkamtibmas Polsek Karanganyar, Aiptu Darudin, menjadi titik terang. Melalui pendekatan humanis dan penelusuran cepat, identitas Arifin terungkap.
Jarak ratusan kilometer dari Purworejo tak menyurutkan langkah kepolisian untuk segera menghubungi pihak keluarga malam itu juga.
Keesokan paginya, Selasa (29/9/2026), tangis lega mewarnai pertemuan di Desa Legok Kalong. Sang ayah akhirnya bisa kembali memeluk Arifin.
Kapolsek Karanganyar Iptu Slamet Riyadi yang memonitor langsung proses ini menyebutnya sebagai wujud pelayanan kepolisian yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat sisi kemanusiaan.
Hari itu, Arifin akhirnya pulang, membawa akhir bahagia dari perjalanan panjangnya.*







