Aksi Jemput Bola, Polsek Karanganyar Kenalkan SMA Taruna Bhayangkara ke Siswa SMP

oleh -6 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG — Kepolisian Sektor (Polsek) Karanganyar melakukan aksi jemput bola dengan menyambangi para pelajar di SMP Negeri 2 Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa (6/10/2026).

Kunjungan ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap kemajuan dunia pendidikan di daerah, sekaligus untuk menyosialisasikan penerimaan peserta didik baru di SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Kapolsek Karanganyar Iptu Slamet Riyadi menegaskan, langkah kepolisian turun langsung ke sekolah menengah pertama ini bertujuan memastikan para pelajar mendapatkan informasi yang utuh mengenai pilihan sekolah lanjutan yang berkualitas.

Baca Juga :  Strategi Polres Pekalongan dan Perhutani Padamkan Kebakaran Hutan di Petungkriyono

“SMA Kemala Taruna Bhayangkara menjadi wadah yang sangat tepat bagi anak-anak kita yang ingin menempa diri, melatih kedisiplinan, dan mengejar cita-cita masa depan,” jelas Slamet, Selasa (6/10/2026).

Di lokasi kegiatan, sosialisasi dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Karanganyar Aiptu Edy Sukamto bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Darudin.

Keduanya memberikan penjelasan mendetail mengenai kurikulum unggulan, fasilitas, dan sistem pembinaan di SMA yang bernaung di bawah Yayasan Kemala Bhayangkara tersebut.

Baca Juga :  Bantu Atasi Kekeringan, PT MBKV Salurkan 13 Toren Air untuk Warga Pulosari Pemalang

Siswa-siswi kelas IX SMPN 2 Karanganyar tampak antusias menyimak paparan tentang tahapan seleksi serta pola pendidikan yang dititikberatkan pada kedisiplinan, kepemimpinan, dan kebinekaan.

Sekolah ini dirancang khusus guna mencetak generasi yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Selain memberikan motivasi pendidikan, personel kepolisian juga memanfaatkan momen interaktif tersebut untuk membekali para siswa dengan edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Baca Juga :  Pemkab Pemalang Fasilitasi Pembentukan Satgas RPPA di Dua Kecamatan

Para pelajar diingatkan untuk terus menjaga disiplin, menjauhi segala bentuk perundungan (Bullying), bijak bermedia sosial, dan memusatkan perhatian penuh untuk persiapan kelulusan. Kegiatan edukasi ini pun berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif hingga selesai.*