Aksi Ugal-ugalan Berujung Maut: Rombongan Pemuda Diduga Bawa Sajam Tabrak Gerobak Sate di Pekalongan

oleh -8 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG – Perjalanan sekelompok pemuda bermotor yang diduga membawa senjata tajam pada Jumat (9/10/2026) dini hari, berakhir tragis. Satu orang tewas dan satu lainnya kritis setelah kendaraan yang mereka tumpangi hilang kendali dan menabrak sebuah gerobak sate di Jalan Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Petugas kepolisian dari Polsek Kedungwuni bersama Polres Pekalongan langsung diterjunkan ke lokasi usai menerima laporan mengenai sekelompok pemuda yang sempat diamankan oleh warga setempat pasca-kecelakaan tersebut.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Iptu Suwarti, mengonfirmasi insiden yang meresahkan warga di wilayah Kedungwuni itu. Ia memastikan bahwa pihaknya telah mengambil alih penanganan dan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga :  Polres Pekalongan Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2026

“Benar, Polres Pekalongan menindaklanjuti adanya informasi sekelompok pemuda yang diamankan oleh warga masyarakat di Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan,” terang Iptu Suwarti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi mata di lapangan, insiden bermula saat tiga unit sepeda motor melaju kencang dari arah Kota Pekalongan menuju Kedungwuni. Rombongan yang berboncengan tersebut memicu kecurigaan warga karena diduga membawa senjata tajam berupa celurit panjang.

Petaka terjadi saat rombongan melintas di selatan RSI Pekajangan, tepatnya di depan Pospay. Salah satu sepeda motor kehilangan kendali lalu menghantam gerobak sate beserta tiang listrik di pinggir jalan.

Baca Juga :  Peduli Anak Penderita Clubfoot, Polres Pekalongan Berikan Bantuan Alat Penunjang Medis

Proses evakuasi segera dilakukan oleh petugas kepolisian yang tiba di lokasi. Empat pemuda dari rombongan tersebut dilarikan ke rumah sakit berbeda. Dua korban dibawa ke RSI Pekajangan, yang mana satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis. Sementara itu, dua pemuda lainnya dievakuasi ke RSUD Kajen.

Dari penyisiran di TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan warga terkait senjata tajam. Barang bukti tersebut meliputi sebuah gagang parang sepanjang 30 sentimeter, satu unit sepeda motor, dan tiga unit telepon genggam.

“Saat ini petugas tengah melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kejadian tersebut,” tegas Iptu Suwarti terkait motif dan aktivitas rombongan ini.

Baca Juga :  Kocar-kacir Dibubarkan Warga, 4 Remaja Batal Tawuran di Gili Tengah Diamankan

Guna menjaga kondusivitas, Iptu Suwarti juga meminta masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu tak bertanggung jawab. “Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak menyebarkan informasi hoaks di media sosial, dan menyerahkan penanganan hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.*