Tragedi Dini Hari di Rel Sragi, Pejalan Kaki Tewas Tertabrak KA Jayabaya

oleh -49 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG – Upaya pencarian terhadap seseorang yang dilaporkan menyusuri jalur rel kereta api di wilayah Tumbal-Stasiun Sragi berujung duka. Sosok tersebut, yang kemudian diidentifikasi sebagai perempuan berinisial SK (50), ditemukan tak bernyawa usai tertabrak Kereta Api (KA) Jayabaya pada Senin (2/11/2026) dini hari.

Tragedi memilukan di jalur kereta api wilayah Comal-Sragi ini tepatnya terjadi pada pukul 03.15 WIB. Korban yang tercatat sebagai warga Kelurahan Sragi itu tertemper KA 92 Jayabaya relasi Pasar Senen-Malang yang tengah melaju dari arah barat ke timur di kilometer 99+7 jalur 1 hulu.

Sebelum insiden fatal terjadi, pihak keamanan Stasiun Sragi sempat mendapat laporan mengenai adanya orang yang berjalan di area rel sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca Juga :  Polisi Pekalongan Tindak Lanjuti Aduan Warga melalui Call Center 110

Sayangnya, penyisiran yang dilakukan petugas di lokasi saat itu tidak membuahkan hasil. Kabar duka justru datang satu jam kemudian ketika Asisten Pengawas KA Jayabaya melaporkan insiden kecelakaan tersebut.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Iptu Suwarti membenarkan terjadinya peristiwa nahas ini. Ia menuturkan bahwa jajaran kepolisian langsung bergerak ke lokasi usai menerima informasi jatuhnya korban jiwa.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak PT KAI serta instansi terkait. Proses evakuasi korban juga telah dilakukan dan jenazah dibawa ke RS Kraton,” ujar Suwarti.

Baca Juga :  Operasi Patuh Candi 2026: Polres Pekalongan Bagikan 18 Ribu Liter Air Bersih di Desa Wringinagung

Evakuasi dilakukan secara intensif dengan mengumpulkan bagian tubuh korban di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Dengan pengawalan dari Unit Lantas Polsek Sragi, jenazah SK kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Kraton.

Di balik tragedi ini, pihak keluarga mengungkapkan bahwa korban memang sedang mengalami gangguan psikologis dalam beberapa hari terakhir. SK diketahui kehilangan nafsu makan dan sempat beberapa kali mengutarakan niatnya untuk mengakhiri hidup.

Sebagai bentuk antisipasi, Polres Pekalongan mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak menjadikan jalur rel kereta api sebagai tempat beraktivitas. Area tersebut adalah kawasan terbatas yang sangat berisiko terhadap keselamatan nyawa.*