Sinergi Kawal Swasembada: Panen Raya Pemalang Tembus Produktivitas 7,2 Ton per Hektare di Tengah Tantangan Lahan

oleh -5 Dilihat
oleh

JURNAL PEMALANG – Hamparan padi yang menguning di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menjadi saksi bisu keberhasilan petani lokal pada Kamis (3/9/2026).

Perhelatan panen raya ini terasa istimewa dengan turunnya Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang didampingi langsung oleh Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes.

Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan pembuktian nyata bahwa Pemalang sukses mencatatkan produktivitas fantastis hingga 7,2 ton gabah kering panen per hektare, menjadikannya pilar penting penyangga pangan nasional.

Baca Juga :  Camat Randudongkal Pantau Tindak Lanjut LHP Akhir Masa Jabatan di Desa Kreyo

Keberhasilan di tingkat kabupaten ini selaras dengan tren positif ketahanan pangan provinsi. Dalam tinjauannya, Gubernur Ahmad Luthfi memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi para petani.

Ia memaparkan bahwa produksi padi Jawa Tengah sejak Januari hingga Agustus 2026 telah menembus 6,69 juta ton. Angka ini merepresentasikan 63 persen dari target ambisius 10,5 juta ton tahun ini.

Kehadiran panen raya serentak di berbagai wilayah diyakini mampu menjaga stabilitas pasokan hingga akhir tahun.

Baca Juga :  Gandeng PLN dan DPR RI, Paguyuban Merah Putih Kaliprau Sukses Gelar Aksi Sosial HUT Ke-81 RI

Menyambut optimisme tersebut, Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, menyoroti kesejahteraan petani yang kian meningkat. Panen yang dipusatkan di atas lahan 45 hektare milik Kelompok Tani Utama Lima ini membawa berkah ganda.

Tidak hanya volume panen yang melimpah, harga gabah di tingkat petani saat ini melonjak di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.500 per kilogram.

Harga tersebut jauh melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berada di angka Rp6.500 per kilogram, memberikan keuntungan maksimal bagi para pahlawan pangan lokal.

Baca Juga :  Khidmat, Kodim 0711/Pemalang Gelar Doa Bersama Peringati HUT ke-65 Korem 071/Wijayakusuma

Kendati menorehkan prestasi gemilang, sektor pertanian Pemalang tetap harus waspada terhadap ancaman alih fungsi lahan. Tercatat, luas baku sawah menyusut cukup signifikan dari 34.181 hektare pada 2024 menjadi 32.733 hektare pada 2025.

Menjawab tantangan ini, pemerintah daerah mengambil langkah agresif lewat modernisasi pertanian dan penguatan sarana prasarana.