JURNAL PEMALANG – Aksi balap sepeda BMX liar yang dilakukan sekelompok remaja berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jalan Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, berhasil digagalkan aparat kepolisian pada Senin (12/10/2026) malam.
Penertiban ini bermula dari aduan masyarakat yang resah melihat jalan raya umum disulap menjadi lintasan balap dadakan.
Merespons laporan tersebut, Kanit Binmas Polsek Bojong Aiptu Hani Pratikno bersama Bhabinkamtibmas Bripda Satya Jayawardhana langsung turun ke lokasi.
Di lapangan, petugas memergoki sekumpulan anak yang tengah berkumpul dan bersiap memacu sepeda BMX mereka di atas badan jalan.
Fakta mengejutkan terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan di tempat. Polisi mendapati bukti tangkapan layar sebuah grup WhatsApp bernama “OFFICIAL BPR SPEED”.
Grup komunikasi digital tersebut ternyata difungsikan oleh para pelajar sebagai wadah untuk mengatur jadwal, berkoordinasi, sekaligus menggalang massa untuk aksi balap liar.
Kapolsek Bojong AKP Wastono menegaskan, pembubaran kerumunan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian guna menghindari kecelakaan lalu lintas serta menjaga ketentraman pemukiman warga setempat.
“Benar, pada Senin malam personel kami langsung mendatangi lokasi di Jalan Rejosari usai menerima aduan dari warga sekitar. Di lapangan, petugas menemukan sekelompok anak usia SMP yang sedang melakukan aksi balap sepeda BMX liar di jalan raya,” jelas AKP Wastono saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
Menyikapi temuan kenakalan remaja tersebut, jajaran Polsek Bojong mengedepankan tindakan humanis. Para pelaku tidak dijatuhi sanksi hukum, melainkan didata dan diberikan pemahaman secara langsung.
“Petugas memberikan pembinaan dan penyuluhan secara persuasif agar anak-anak tersebut menyadari bahaya aksi balap liar, baik bagi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Kami juga mendata mereka serta meminta agar tidak mengulangi perbuatan tersebut,” tegas Kapolsek.
Sebagai langkah lanjutan, AKP Wastono meminta para orang tua dan tenaga pendidik di sekolah agar lebih memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka, khususnya aktivitas di luar rumah pada malam hari. Pasca-tindakan tegas kepolisian, situasi arus lalu lintas dan keamanan di sepanjang Jalan Rejosari dilaporkan kembali lancar dan kondusif.*







