Bantuan Menjangkau Ajibarang hingga Gumelar
Respons terhadap kekeringan seminggu sebelumnya juga dilakukan di wilayah Ajibarang dan Gumelar melalui kolaborasi LAZISMU, Pemuda Muhammadiyah, MDMC, KOKAM, dan LHPB PD Aisyiyah Banyumas.
Subhan menegaskan, penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan hingga musim hujan tiba.
“Insya Allah kami akan terus hadir. Selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih, Gerakan Beramal Baik, PDPM, dan MDMC Banyumas tidak akan berhenti bergerak,” tegasnya.
Kepedulian Menjadi Mata Air Harapan
Krisis air bersih di Banyumas menjadi gambaran nyata dampak kemarau panjang terhadap kehidupan masyarakat. Di tengah menyusutnya sumber air, kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, relawan, donatur, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Pergerakan bantuan dari Sumpiuh, Ajibarang hingga Gumelar menunjukkan bahwa persoalan kekeringan di Banyumas membutuhkan respons yang terkoordinasi dan berkelanjutan.
Pemetaan wilayah terdampak, ketersediaan sumber air, distribusi, hingga pengawalan bantuan menjadi bagian dari kerja kemanusiaan yang dilakukan secara bersama.
Bagi masyarakat di Sumpiuh, Ajibarang, dan Gumelar, bantuan air bukan sekadar pasokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi harapan agar aktivitas keluarga, kesehatan, kebersihan, dan pendidikan anak-anak tetap berjalan.
Selama hujan belum turun, kepedulian dan gotong royong menjadi mata air harapan yang terus mengalir di tengah kekeringan. (Tarqum Aziz, JurnalisMu)*





