Pemkab Pemalang Dukung Program Desa Mandiri Sejahtera Berbasis Pemuda

oleh -6 Dilihat

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mendorong agar pelaksanaan program di Kecamatan Belik tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi lokal dan akses pemasaran.

Ia juga meminta pemerintah daerah ikut memastikan infrastruktur dan akses menuju wilayah penerima program agar terus diperhatikan sehingga produk masyarakat dapat lebih mudah dipasarkan.

Salah satu potensi yang disoroti adalah komoditas nanas. Masyarakat didorong tidak hanya menjual nanas dalam bentuk segar, tetapi mengolahnya menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah

“Kalau bisa, nanasnya jangan hanya dijual, tetapi diolah. Dulu sudah pernah ada pendampingan pengolahan nanas melalui Baznas, nanti coba dikawal lagi,” pesannya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaini menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin.

Berbagai bentuk intervensi diberikan sesuai kebutuhan masyarakat, antara lain pelatihan dan peningkatan kapasitas, jaminan sosial, bantuan langsung tunai (BLT), jaminan kesehatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), jamban sehat, listrik murah, bantuan sosial, serta dukungan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif.

Total dukungan anggaran program mencapai sekitar Rp. 3,3 miliar yang bersumber dari APBN, APBD, Baznas, Dana Alokasi Khusus (DAK), serta berbagai dukungan lainnya.

Program tersebut diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan daring dan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang bisa diterapkan di desa dan kelurahan lainnya.*