JURNAL PEMALANG – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pemalang terus dimatangkan melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), dan mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, Nurkholes, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Satuan Tugas (Satgas) bersama Mitra MBG di Ruang Arjuna The Winner Hotel, Kamis (5/11/2026).
Dalam forum yang menghadirkan narasumber dari Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang tersebut, Nurkholes menegaskan komitmen Pemkab Pemalang untuk mengawal kelancaran program nasional ini.
Meski pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan dasar regulasi dan dukungan anggaran APBD untuk pengawasan, Pemkab Pemalang siap menjadi jembatan aspirasi mitra ke pemerintah pusat.
Dari sekitar 147 pemilik SPPG di Kabupaten Pemalang, pertemuan swadaya yang digagas paguyuban mitra ini dihadiri 42 perwakilan dari 50 mitra yang diundang.
“Kami berharap program ini berjalan lancar, penerima manfaat mendapatkan pelayanan terbaik, dan para mitra juga dapat menjalankan usahanya dengan baik,” ujar Nurkholes dalam sambutannya, Kamis (5/11/2026).
“Silakan sampaikan seluruh persoalan dan aspirasi agar dapat kami fasilitasi kepada pihak yang memiliki kewenangan,” imbuhnya.
Di sisi lain, para mitra pengelola menekankan perlunya regulasi operasional yang jelas mengingat investasi yang dikeluarkan tidak sedikit.
Ketua Penyelenggara sekaligus Sekretaris Paguyuban Mitra SPPG Pemalang, Sujarwo, mengungkapkan bahwa pembangunan satu dapur MBG memerlukan investasi minimal Rp2 miliar.
Oleh karena itu, pihak mitra mengharapkan kepastian kebijakan mengenai insentif, hari operasional, pembayaran hari libur, serta biaya operasional dan sewa kendaraan distribusi.
Menanggapi faktor keamanan konsumsi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, menegaskan pentingnya pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan makanan pada anak sekolah.
Dinkes Pemalang telah memberikan pembekalan kepada sekitar 174 petugas gizi SPPG terkait higiene sanitasi dapur dan pencegahan kontaminasi, yang akan ditindaklanjuti dengan rapat Satgas serta monitoring evaluasi secara sampling.*






