JURNAL PEMALANG — Keresahan melanda ribuan petani kentang di wilayah selatan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Menjelang masa kritis musim tanam yang jatuh pada periode September hingga Oktober 2026, para petani justru dihadapkan pada ketidakpastian akibat sulitnya memperoleh pasokan bibit.
Keluhan tersebut mencuat dan menjadi sorotan utama dalam dialog tatap muka antara petani dengan Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI, Widyastuti, di Pasar Sayur Gombong, Kecamatan Belik, Selasa (1/9/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pemalang, Era Srinaeni, menegaskan bahwa wilayah selatan Pemalang sejatinya adalah lumbung hortikultura yang sangat potensial. Selain kentang, kawasan ini merupakan sentra penghasil nanas, mangga, pisang, hingga komoditas perkebunan seperti kopi.
“Pemerintah daerah berharap persoalan kelangkaan bibit kentang ini dapat segera difasilitasi dan dijembatani oleh pusat, sehingga kekhawatiran para petani bisa langsung teratasi,” ujar Era.
Merespons keresahan tersebut, Widyastuti menyatakan bahwa pemerintah pusat akan bergerak cepat. Selaras dengan program swasembada pangan dalam arah kebijakan Astacita yang digagas Presiden, ketahanan komoditas hortikultura kini menjadi prioritas. Sebagai langkah awal,
Kemenko Pangan akan memetakan ketersediaan, titik sebaran, dan kualitas benih secara nasional. Pihaknya juga segera menggelar rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan kementerian terkait dan pelaku industri.
Tindakan cepat ini sangat mendesak mengingat persiapan di lapangan sudah matang. Gugum Gumilar, Owner PT Agrobisnis Selaras Bersama yang juga memandu dialog tersebut, mengungkapkan bahwa sekitar 7.200 petani kemitraan di lintas kabupaten—Pemalang,
Purbalingga, Tegal, dan Brebes—sudah merampungkan persiapan lahan. Bedengan telah dibuat dan pupuk organik sudah ditabur, namun wujud benihnya masih nihil.
“Sampai saat ini belum ada gambaran pasti mereka akan menanam apa. Ini menjadi kekhawatiran nyata di masyarakat,” jelas Gugum.
Kehadiran perwakilan pusat ini membawa angin segar bagi para pahlawan pangan daerah. Sutarno, perwakilan Kelompok Tani Selaras 2 Desa Gombong, menaruh harapan besar agar janji koordinasi tersebut segera membuahkan hasil, sehingga petani bisa kembali fokus pada budi daya.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, agenda dialog tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan sembako dari Kemenko Pangan RI kepada para petani yang hadir.*







