Genjot Produksi Susu, Jateng Andalkan Teknologi Atur Jenis Kelamin Anak Sapi Melalui Semen Beku Sapi Perah Sexing

oleh -5 Dilihat
oleh
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.(Foto: dok)

Teknologi tersebut memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi yang dihasilkan melalui inseminasi buatan sesuai kebutuhan.

“Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa,” kata Defransisco.

Menurutnya, penggunaan semen beku sapi perah sexing menjadi bagian dari upaya mempercepat peningkatan populasi dan produksi sapi perah di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Pasca-Muktamar, NU Didorong Kembali Fokus pada Modernisasi dan Kemandirian Pesantren

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng menyerahkan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang. Bantuan sapi perah juga diberikan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Selain itu, sertifikat GFP diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, dan Kelompok Tani Sepet Harum II, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Pengembangan sapi perah di Batang dan Brebes menjadi bagian dari langkah Pemprov Jateng memperkuat ekosistem persusuan.

Program tersebut juga ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jawa Tengah atau Gerakan Pengembangan Persusuan Jawa Tengah.

Baca Juga :  Panglima TNI Hadiri Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Jateng Livestock Fest 2026 merupakan rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 26 September 2026.

Selain peluncuran Gerbang Susu, kegiatan tersebut diisi penyerahan bantuan protein hewani, Gelar Market Hasil Peternakan Berkualitas, Kreatif Bento Challenge, serta Gerakan Minum Susu atau Gerimis. Sebanyak 200 paket berisi ayam, susu, dan telur juga dibagikan kepada masyarakat.*