“Yang pertama adalah melanjutkan pembangunan. Kita tuntaskan infrastruktur desa sampai pelosok, jalan mulus, lampu terang, dan air lancar,” katanya.
Penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari rencana tersebut. Fahmi menyebut BUMDes, UMKM, dan kelompok tani sebagai sektor yang perlu terus dikembangkan.
“BUMDes kita besarkan, UMKM kita dampingi, kelompok tani kita kuatkan,” ucapnya.
Tidak kalah penting, pelayanan masyarakat menjadi sasaran berikutnya. Fahmi ingin pemerintahan desa memberikan pelayanan yang cepat dan tidak membeda-bedakan warga.
“Balai desa harus menjadi rumah warga. Pelayanan harus cepat, tidak dipersulit dan tidak pilih kasih,” tegasnya.
Fahmi mengatakan pembangunan Desa Karangbrai membutuhkan keterlibatan masyarakat. Dukungan warga, menurutnya, harus berjalan bersama dengan kritik dan masukan.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh dukungan, butuh kritik dan doa panjenengan semua,” katanya.
Memasuki tahapan Pilkades, dia juga mengajak masyarakat tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber perpecahan.
“Mari kita jaga Pilkades ini dengan damai, tanpa saling menjelekkan. Karena siapapun yang terpilih, kita tetap saudara, warga Desa Karangbrai,” ujarnya.
Proses pendaftaran Mahalul Fahmi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Karangbrai, Bripka Deni Setiawan, bersama Babinsa Serma Aripin.
Dengan berkas yang telah dinyatakan lengkap, Mahalul Fahmi kini menunggu tahapan verifikasi dan penetapan bakal calon. Kontestasi Pilkades Karangbrai pun semakin menarik untuk diikuti, terutama setelah petahana memastikan kembali maju untuk memperebutkan kepercayaan masyarakat.*







